Saturday, August 22, 2009

Special : Remember "Allah"

saat aku merenungi sesal ku
sujud ku tertunduk malu pada Mu
dosa t'lah banyak aku perbuat
dalam setiap detak jantung
dalam setiap aliran darah
dalam setiap detik waktu
dalam setiap langkah
dalam setiap hembusan nafas


aku selau bertanya, apa yang mungkin terjadi esok hari
apa yang mungkin akan ku temui nanti
bahkan akan jadi apa kelak ku nanti
namun, bibir ini seolah enggan mengucap syukur atas apa yang ku dapati
hanya keluh yang terus ku utarakan
hanya rasa kurang beruntung yang ku rasakan
padahal di luar sana masih banyak yang lebih menderita selain aku


cobaan datang silih berganti
mendera diri tiada henti, ah itu cuma perasaan ku
karena sebenarnya, Kau tak mungkin megujiku diluar batas kemampuan ku
Kau yang sebenarnya maha tau atas kondisi ku dari aku di dalam perut ibu ku hingga aku dewasa ini
kau juga tau dosa dan salah apa yang telah ku perbuat yang tak seorangpun mengetahuinya
namun mengapa selama ini tak ada sedikitpun rasa malu ku pada Mu
aku hanya berlenggang maju kedepan seolah tak ada yang terjadi di belakang sana
masa bodoh dengan dosa yang telah ku perbuat
gak mau tau atas salah yang pernah ku lakukan
namun, Kau terus ada dalam setiap langkah ku


Kau yang selalu ada saat aku butuh
Kau yang selalu ada saat ku terjatuh
Kau yang selalu ada saat ku benar- benar merasa sendiri
Kau yang selau bisa membuat ku lebih berarti
namun, saat aku bahagia
saat aku tertawa
saat aku mendapatkan nikmat yang berlimpah
saat itu aku melupakan Mu
saat itu pula aku tak ucapkan syukur pada Mu


Tuhan, aku merasa hina atas semua yang ku lakukan
Tuhan, aku merasa sanggat berdosa atas semua yang ku perbuat
Tuhan, aku t'lah lupa pada Mu saat aku mendapatkan bahagia ku
namun Tuhan, Kau tak pernah marah
Kau selalu mengampuni semua dosa yang telah ku perbuat
Tuhan, aku cinta pada Mu






* dedicated for my lovely mom n' my father that always give me a support n' always remember me to pray to God *
^^,

Friday, August 14, 2009

First I feel it

Awalnya cinta terasa dalam hati


Aku tak menyadarinya
Aku hanya menganggapnya biasa
Namun, ada apa dengan perasaan ku ?
Mengapa dada ini rasanya sakit sekali saat dia memperhatikan yang lain
Mengapa dada ini rasanya meluap- luap saat berbincang dengannya
Mengapa aliran darah ku melaju kencang saat bersamanya
Mengapa jantung ini berdebar kencang saat kulit ini saling bersentuhan


Tuhan, rasa apa ini ?
Aku tak mau mengartikan ini cinta
Aku tak mau terburu- buru menafsirkan ini sayang
Namun, diri makin bergejolak saat melihatnya dengan yang lain


Tuhan, lagi- lagi aku bingung dengan perasaan ini
Apa yang sebenarnya aku rasa ini Tuhan ?
Apa ini cinta?
Namun aku baru mengenalnya
Apa ini sayang ?
Namun aku belum memahaminya


Apa ini ...
Entahlah ....
Aku tiba- tiba takut menafsirkan perasaan ini
Aku takut keliru
Aku takut ini semu
Aku takut hanya aku yang merasakan ini
Aku takut ini hanya perasaan sementara
Aku takut ...